Game Roblox

Peraturan Baru Game Roblox Untuk Selfie Pengguna

Games News Other Games

Brandspace.id – Seiring dengan meningkatnya popularitas Roblox—dengan lebih dari 98 juta pengguna aktif dari 180 negara—platform ini menghadapi tantangan besar terkait keamanan anak-anak dan remaja.

Pandemi telah memicu pertumbuhan eksponensial aktivitas digital anak-anak, dan Roblox menjadi sorotan karena potensi grooming, penyalahgunaan identitas, serta interaksi tak aman di dalam game.

Sebagai respons, pada July 2025, Roblox memperkenalkan fitur verifikasi usia baru yang mengharuskan pengguna untuk mengambil selfie video (dan dalam beberapa kasus foto ID) sebelum diberikan akses ke fitur Trusted Connections dan obrolan tanpa filter.

Perubahan Sistem: Dari “Friends” Menjadi “Trusted Connections”

Roblox mengganti sistem pertemanan tradisional menjadi dua lapisan: Connections dan Trusted Connections (Kontak Terpercaya). Connections adalah kontak umum yang belum diverifikasi, sementara Trusted Connections hanya untuk pengguna yang telah lolos verifikasi usia dengan cepat melalui selfie video atau ID resmi .

Akses ke fitur obrolan bebas filter (chat room & voice chat) hanya dibuka untuk Trusted Connections, yang dianggap lebih aman karena pengguna sudah terdeteksi usia mereka.

Mekanisme Verifikasi Usia: Selfie Video dan AI

Melalui kerja sama dengan perusahaan verifikasi identitas Persona, Roblox menerapkan sistem age estimation berbasis AI. Pengguna diminta merekam selfie video yang kemudian dianalisis untuk memperkirakan usia mereka.

Bila estimasi tidak cukup konsisten, pengguna harus melengkapi identifikasi dengan foto ID resmi atau melalui opsi verifikasi orang tua bagi pengguna di bawah 13 tahun.

Data biometrik (selfie dan ID) dihapus secara otomatis dalam 30 hari setelah koleksi kecuali diperlukan oleh hukum. Roblox menyatakan tidak menyimpan data wajah secara jangka panjang, dan hanya Persona sebagai penyedia layanan yang mengelola data tersebut.

Manfaat untuk Keamanan dan Privasi Anak

Dengan sistem baru ini, Roblox berharap dapat membatasi pengguna di bawah 13 tahun dari akses obrolan tanpa filter, meminimalkan risiko predasi seksual atau eksploitasi.

Pengguna usia 13–17 hanya bisa menjadi Trusted Connections jika mereka benar-benar mengenal satu sama lain di dunia nyata (via pertemuan QR offline atau import kontak).

Selain itu, Roblox juga memperkenalkan fitur kontrol kualitas yang ditujukan untuk mendukung kesejahteraan remaja, seperti pengaturan waktu layar (screen time), mode “jangan ganggu”, serta kontrol visibilitas akun untuk orang tua .

Pengaturan Kata Kasar dan Filter Bahasa

Dalam Trusted Connections, pengguna mulai bisa menggunakan bahasa yang tidak terlalu umum seperti “butt-head”, atau melepas filter identifikasi pribadi. Namun, komunitas tetap diawasi.

Roblox menyatakan bahwa meskipun filter dilonggarkan, komunikasi tetap dipantau untuk mendeteksi perilaku predatori, pelecehan seksual terhadap anak, atau pembicaraan yang tidak pantas.

Pro dan Kontra: Pendukung vs Kritik

Kelebihan

  1. Keamanan Ditingkatkan: Verifikasi usia membantu membatasi interaksi dengan orang asing yang berpotensi berbahaya.

  2. Chat Lebih Terkontrol: Hanya Trusted Connections yang bisa chat tanpa filter, tetap diawasi oleh sistem moderasi AI.

  3. Dukungan Orang Tua: Parental dashboards bisa meninjau Trusted Connections dan aktivitas online anak, jika diizinkan .

Kekhawatiran

  1. Pilihan Bersifat Opt‑In: Banyak fitur hanya aktif jika pengguna memilih verifikasi, sementara para ahli seperti Kirra Pendergast menyatakan bahwa keselamatan anak-anak seharusnya menjadi default, bukan opsional.

  2. Masalah ID untuk Anak Bawah 13 Tahun: Banyak anak tidak memiliki ID resmi; verifikasi orang tua bisa menjadi hambatan .

  3. Privasi Biometrik: Meski data dihapus dalam 30 hari, pengguna dan para pengawas masih mengkhawatirkan penyalahgunaan data wajah atau ID oleh pihak ketiga.

Integrasi Dengan Kebijakan Moderasi dan Fitur Platform

Verifikasi usia ini bukan satu-satunya kebijakan baru Roblox. Mereka juga menutup sistem pesan lama (legacy inbox), membatasi pemain di bawah 13 tahun dari DM langsung, dan memperbarui filter konten chat berdasar usia .

Semua ini menjadi bagian dari strategi “keamanan-by-design” yang melibatkan AI, edukasi pengguna, dan kebijakan berbasis data untuk menciptakan platform lebih aman .

Implikasi bagi Pengguna dan Developer Roblox

Bagi pemain, terutama remaja, verifikasi selfie ini menjadi jalan untuk mendapatkan akses sosial yang lebih leluasa. Namun pengguna juga harus siap menyerahkan data biometrik meski sementara.

Bagi developer game di Roblox, perubahan ini berarti memanfaatkan sistem Connections baru dalam mendesain fitur interaksi sosial, serta mempertimbangkan bahwa audience kini dibagi menjadi dua: pengguna verified (trusted) dan tidak. Konten yang relevan juga perlu disesuaikan dengan rating usia yang di-display akun.

Potensi Perkembangan Masa Depan

Roblox menyatakan bahwa di masa depan mereka akan memperbarui sistem agar verifikasi orang tua bisa lebih fleksibel dan diterapkan secara global. Mereka juga kemungkinan akan memperbarra fitur seperti QR-code verifikasi, integrasi ID digital, dan pengawasan otomatis lebih luas untuk mencegah penyalahgunaan sistem Trusted Connections oleh pelaku grooming .

Kesimpulan: Membangun Lingkungan yang Lebih Aman

Langkah baru Roblox untuk mewajibkan selfie video bagi akses ke fitur Trusted Connections merupakan respons progresif terhadap masalah keamanan anak-anak dalam platform digital.

Dengan verifikasi usia berbasis AI dan pendekatan layer sistem sosial, Roblox mencoba menciptakan ekosistem komunikasi yang lebih aman tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi pengguna remaja.

Meski memiliki sisi kontroversial—terutama soal privasi dan pilihan akses—upaya ini mencerminkan upaya meningkatkan perlindungan anak digital global. Penting agar opsi seperti verifikasi parent co-consent dan transparansi data tetap ditingkatkan agar sistem ini benar-benar menjadi standar keamanan, bukan sekadar pilihan.