The Division 2

Jajaki Game The Division 2 – Dunia Pasca Bencana

Games News

Brandspace.id – Game The Division 2 merupakan salah satu karya besar dari Ubisoft yang melanjutkan kesuksesan seri pertamanya, Tom Clancy’s The Division. Dirilis pada Maret 2019, game ini membawa pemain ke dalam sebuah dunia yang porak-poranda akibat pandemi virus mematikan.

Berlatar di Washington D.C., pemain berperan sebagai agen Strategic Homeland Division (SHD) atau biasa disebut Division Agent, yang bertugas memulihkan keamanan, menegakkan stabilitas, serta melawan berbagai kelompok kriminal maupun faksi militan yang berusaha menguasai kota.

Sebagai game bergenre online action role-playing dengan perspektif third-person shooter, The Division 2 tidak hanya mengandalkan aksi tembak-menembak, tetapi juga strategi, kerjasama tim, serta manajemen sumber daya.

Pembahasan ini akan membahas berbagai aspek dari game The Division 2, mulai dari latar belakang cerita, gameplay, karakteristik dunia, hingga dampaknya bagi industri game.

Latar Belakang Cerita

Cerita The Division 2 dimulai beberapa bulan setelah peristiwa dalam game pertama. Virus mematikan yang dikenal sebagai Green Poison atau Dollar Flu telah menghancurkan peradaban modern.

Kota-kota besar hancur, pemerintahan runtuh, dan hukum tidak lagi berjalan. Washington D.C. yang menjadi pusat pemerintahan Amerika Serikat kini berubah menjadi medan perang antara berbagai faksi yang ingin berkuasa.

Pemain sebagai agen Division menerima panggilan darurat untuk membantu menyelamatkan sisa-sisa masyarakat. Dengan teknologi canggih, keterampilan tempur, serta jaringan komunikasi khusus, agen bertugas menghadapi berbagai kelompok musuh, seperti Hyenas, True Sons, Outcasts, dan Black Tusk, yang masing-masing memiliki identitas dan strategi unik.

Dunia Game: Rekonstruksi Washington D.C.

Salah satu kekuatan utama The Division 2 adalah dunia gamenya yang detail dan realistis. Ubisoft secara teliti merekonstruksi kota Washington D.C. dalam skala 1:1, menghadirkan lokasi-lokasi ikonik seperti The White House, Lincoln Memorial, Capitol Building, dan Smithsonian Museum.

Lingkungan dalam game terasa hidup, dengan detail kecil seperti puing-puing, kendaraan terbengkalai, grafiti, hingga masyarakat sipil yang berusaha bertahan hidup.

Siklus siang dan malam, perubahan cuaca, serta suara lingkungan memberikan imersi mendalam bagi pemain. Setiap distrik memiliki suasana yang berbeda, misalnya pusat kota dengan gedung-gedung tinggi, daerah pinggiran yang lebih sepi, hingga taman nasional yang liar dan penuh bahaya.

Gameplay: Perpaduan Aksi dan Strategi

Gameplay The Division 2 didesain agar pemain tidak hanya menembak musuh, tetapi juga berpikir taktis. Setiap misi dan pertempuran menuntut pemain untuk memanfaatkan perlindungan (cover system), mengatur posisi, dan memilih senjata yang sesuai.

Sistem RPG shooter membuat pemain harus memperhatikan level karakter, kualitas senjata, serta perlengkapan (gear). Loot yang ditemukan selama perjalanan dapat meningkatkan kemampuan tempur. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada kekuatan senjata, melainkan juga kerjasama tim dan strategi menghadapi musuh.

Selain misi utama, terdapat berbagai aktivitas sampingan seperti kontrol pos musuh, pencarian suplai, aktivitas komunitas, dan Dark Zone yang penuh risiko tinggi dengan imbalan besar.

Pemain memiliki kebebasan luas dalam mengembangkan karakter. Setiap agen dapat dipersonalisasi melalui pakaian, aksesori, serta gear build. Sistem keterampilan (skills) memungkinkan pemain memilih perangkat taktis seperti drone, turret, seeker mine, hingga hive.

Selain itu, ada spesialisasi yang bisa dipilih setelah mencapai level tertentu, seperti Sharpshooter, Demolitionist, dan Survivalist. Masing-masing memiliki senjata khas dan bonus unik, yang membuat permainan semakin variatif dan sesuai dengan gaya bermain masing-masing pemain.

Musuh dan Faksi

Musuh dalam The Division 2 tidaklah generik. Setiap faksi memiliki latar belakang cerita, identitas visual, dan taktik tempur yang berbeda:

  • Hyenas: Sekelompok penjarah brutal yang menggunakan kekacauan untuk bersenang-senang. Mereka dikenal agresif dan tidak terorganisir.

  • True Sons: Kelompok paramiliter yang dipimpin mantan perwira militer. Mereka disiplin, menggunakan senjata berat, dan strategi medan perang.

  • Outcasts: Orang-orang yang selamat dari karantina, dipenuhi kebencian terhadap pemerintah. Mereka cenderung fanatik dan suka menyerang dengan cara nekat.

  • Black Tusk: Organisasi teknologi tinggi yang menjadi antagonis utama. Mereka menggunakan drone, robot, dan taktik modern yang sulit dilawan.
    Keberagaman faksi ini membuat setiap pertempuran terasa unik dan menantang, memaksa pemain menyesuaikan strategi.

Sebagai game online, The Division 2 sangat menekankan kerjasama tim. Pemain dapat menyelesaikan misi bersama hingga empat orang dalam satu tim. Sistem komunikasi, koordinasi posisi, serta berbagi sumber daya menjadi kunci kemenangan.

Mode Dark Zone memberikan pengalaman berbeda, di mana pemain bisa melawan musuh AI sekaligus menghadapi pemain lain (PvP). Dark Zone penuh ketegangan karena loot berharga yang diperoleh bisa direbut oleh pemain lain kapan saja.

Selain itu, terdapat mode Raid dengan tingkat kesulitan tinggi yang membutuhkan tim beranggotakan delapan orang. Raid menuntut kerjasama, strategi, serta kesabaran untuk mengalahkan musuh-musuh tangguh.

Visual dan Teknologi Grafis

Ubisoft memanfaatkan Snowdrop Engine untuk menghadirkan grafis realistis di The Division 2. Tekstur lingkungan, efek pencahayaan, serta detail senjata terlihat mengagumkan.

Animasi pergerakan karakter juga halus dan natural, membuat aksi tembak-menembak terasa lebih nyata.

Selain itu, desain suara memainkan peran penting. Suara tembakan, ledakan, teriakan musuh, hingga musik latar yang intens menambah suasana dramatis dalam setiap pertempuran. Kombinasi grafis dan audio ini menciptakan pengalaman sinematik bagi pemain.

Ubisoft secara konsisten merilis pembaruan untuk menjaga komunitas tetap aktif. Konten tambahan seperti Warlords of New York menjadi ekspansi besar yang membawa pemain kembali ke kota New York, dengan cerita baru, musuh baru, serta area eksplorasi tambahan.

Pembaruan musiman juga menambahkan misi, tantangan, dan hadiah eksklusif. Dengan sistem live service, Ubisoft berusaha memastikan pemain selalu memiliki alasan untuk kembali memainkan game ini.

Peran Komunitas dan eSports

Komunitas The Division 2 sangat aktif, baik di forum, media sosial, maupun platform streaming. Pemain saling berbagi strategi, panduan gear build, hingga pengalaman bermain.

Meskipun game ini tidak sebesar judul eSports lainnya seperti CS:GO atau Call of Duty, namun aspek kompetitif di Dark Zone dan PvP Arena tetap menarik perhatian banyak pemain.

Komunitas ini juga menjadi faktor penting dalam memberikan masukan kepada Ubisoft mengenai bug, keseimbangan senjata, hingga kualitas konten baru.

The Division 2 memperlihatkan bagaimana sebuah game looter-shooter dapat berkembang menjadi pengalaman sosial yang luas. Ubisoft berhasil menggabungkan elemen RPG, strategi, dan aksi dalam satu paket.

Keberhasilan game ini turut menginspirasi game lain dalam genre serupa, seperti Destiny 2 atau Outriders. Selain itu, The Division 2 menunjukkan potensi penggunaan skala realistis kota dalam video game. Detail rekonstruksi Washington D.C. memberikan standar baru bagi desain dunia terbuka.

Kritik dan Kekurangan

Meskipun mendapat banyak pujian, The Division 2 tidak luput dari kritik. Beberapa pemain merasa bahwa sistem loot kadang terlalu repetitif dan grindy. Selain itu, bug teknis, server down, serta masalah keseimbangan senjata sempat menjadi keluhan komunitas.

Namun, Ubisoft secara aktif memperbaiki masalah tersebut melalui patch dan pembaruan rutin, meskipun tidak semua kritik dapat teratasi sepenuhnya.

Kesuksesan dan Pengaruh

The Division 2 berhasil menjadi salah satu game terlaris pada tahun perilisannya. Dengan jutaan pemain di seluruh dunia, game ini membuktikan bahwa genre looter-shooter masih memiliki daya tarik besar.

Ubisoft bahkan mengumumkan rencana untuk memperluas semesta The Division dengan proyek lain, termasuk spin-off dan adaptasi film. Popularitas game ini juga menandakan bahwa pemain menyukai pengalaman bermain kooperatif yang dipadukan dengan narasi mendalam.

The Division 2 adalah sebuah karya yang menggabungkan aksi intens, strategi mendalam, serta dunia yang kaya akan detail. Dengan latar pasca bencana yang realistis, sistem permainan yang kompleks, serta dukungan konten berkelanjutan, game ini tetap relevan dan diminati meskipun sudah dirilis beberapa tahun lalu.

Bagi pecinta game aksi taktis, The Division 2 memberikan pengalaman mendalam yang menantang sekaligus memuaskan. Game ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah simulasi sosial tentang bagaimana manusia bertahan dan beradaptasi dalam dunia yang runtuh akibat bencana.